Wang Yi Adakan Pembicaraan dengan Utusan Khusus Presiden RI Luhut Panjaitan
2020/10/10

(indonesian.cri.cn) Hari Jumat kemarin (9/10), Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Tengchong, Provinsi Yunnan mengadakan pembicaraan dengan Luhut Binsar Panjaitan, Utusan Khusus Presiden RI selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dan juga sponsor kerja sama dengan Tiongkok.

Wang Yi mempersilahkan Luhut menyampaikan saham hangat Presiden Xi Jinping kepada Presiden Joko Widodo. Wang Yi menyatakan, pihak Tiongkok selalu memandang hubungan Tiongkok-Indonesia dari sudut strategis, dan memprioritaskan hubungan kedua negara dalam hubungan diplomatik di sekitarnya. Kini manusia menghadapi perubahan situasi yang tiada taranya sebelumnya dan epidemi Covid-19 yang parah sehingga masa depan dan nasib manusia menghadapi tantangan besar. Tahun ini adalah genap 70 tahun penjalinan hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia. Kedua negara diharapkan memanfaatkan kesempatan ini, mengutamakan penanggulangan wabah dan revitalisasi ekonomi, terus memperkokoh saling percaya politik dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.

Luhut menyampaikan surat dan saham hangat Presiden Joko Widodo kepada Presiden Xi Jinping. Luhut menyatakan, kunjungannya sebagai Utusan Khusus Presiden Joko Widodo kali ini bertujuan untuk melaksanakan serangkaian kesepahaman baru yang dicapai pemimpin kedua negara dalam hubungan telepon belum lama berselang, mendorong hubungan dan kerja sama pragmatis kedua negara terus berkembang secara mendalam. Dalam situasi epidemi Covid-19, pihak Indonesia berharap mengintensifkan kerja sama di bidang vaksin dan kesehatan dengan Tiongkok, mengembangkan peranan “jalur cepat” kedua negara, dan mendorong pertukaran lembaga dan personel medis kedua negara. Indonesia bersedia sedini mungkin menandatangani rancangan kerja sama “Sabuk dan Jalan” dan “Poros Maritim Dunia” dengan Tiongkok, memperluas kerja sama kedua negara di bidang perdagangan dan investasi, aktif melaksanakan pengaturan pertukaran mata uang dan penghitungan dengan mata uang lokal, mengintensifkan kerja sama sumber daya manusia dan penanggulangan bencana, belajar dan meminjam pengalaman pengentasan kemiskinan dari Tiongkok.

Wang Yi mengatakan, pihak Tiongkok bersedia mendorong kerja sama litbang, produksi dan penggunaan vaksin dengan Indonesia, mendukung pertukaran badan rekanan dan lembaga medis kedua negara. Kedua pihak hendaknya memanfaatkan “jalur cepat” dan mempromosi pengalaman yang berfaedah kepada negara lain, mendorong pembangunan jaringan “jalur cepat” di kawasan. Ia menunjukkan, percepatan pembangunan bersama “Sabuk dan Jalan” adalah senjata paling ampuh untuk mengatasi dampak wabah.

Luhut mengatakan, perdamaian dan kestabilan regional hendaknya dipelihara bersama oleh negara dan rakyat di kawasan ini, dan seharusnya tidak diintervensi oleh dunia luar.